Seperti Apa, Sih Rasanya Kontraksi Sebelum Persalinan? Apa Tips untuk Mengurangi Nyeri Pada Kontraksi Tersebut?

Gambaran Saat Kontraksi

Bagaimana, sih Bun, rasanya kontraksi sebelum persalinan itu? Pertanyaan itu sering diutarakan oleh perempuan hamil, terlebih jika itu merupakan pengalaman pertama. Ada rasa takut dan cemas setiap kali hari H sudah di depan mata. Apalagi banyak orang bilang jika rasa sakit saat kontraksi seribu kali melebihi saat menstruasi. Punggung akan terasa begitu sakit hingga menjalar ke seluruh tubuh, dan berakibat sulit melakukan suatu.

Kontraksi merupakan aktivitas peregangan dinding rahim. Penyebabnya dapat bermacam-macam, seperti kegiatan bayi yang tengah menendang atau akibat fisik yang terlalu kelelahan. Namun, ketika kontraksi terjadi, maka rahim akan mengendur atau mengencang. Ketika rahim tengah menyusut, maka serviks secara alami membuka dan mendorong bayi menuju jalan kalahiran.

Namun, tahukah, Bun jika setiap wanita mengalami reaksi kontraksi yang berbeda-beda. Semua tergantung dari kesiapan Bunda ketika menghadapi kelahiran si kecil dan dukungan dari orang-orang terdekat, terutama suami. Ada yang mengalami sakit hingga menangis karena tidak mampu menahannya. Namun, ada pula yang tidak merasakan apa-apa ketika peregangan tersebut terjadi.

nyeri saat kontraksi kehamilan
image : grid id

Kendati reaksi setiap orang berbeda-beda, namun secara medis gambaran umumnya adalah sebagai berikut:

  1. Rasa sakit yang terjadi saat kontraksi sebelum persalinan memang hampir mirip dengan kram ketika menstruasi. Bedanya, intensitasnya lebih tinggi.
  2. Terasa seperti perut kembung atau ‘begah’. Namun, jika Bunda merasakan ‘begah’ itu tidak mereda setelah buang angin, maka bisa dipastikan jika waktu melahirkan sudah kian dekat.
  3. Semakin mendekati waktu melahirkan, intensitas kontraksi akan semakin kuat, dapat berlangsung antara 2-3 menit. Seluruh bagian perut pun mulai terasa tidak nyaman, dari bagian depan, kanan, dan kiri, hingga ke punggung.

Ketika kontraksi datang, Bunda tidak perlu takut. Pasalnya, tidak semua kontraksi merupakan tanda waktu kelahiran sudah dekat. Ada juga yang namanya kontraksi palsu yang terjadi di trimester akhir. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan rahim sebelum hari persalinan datang.

Tips Mengurangi Nyeri Saat Kontraksi

Nah, untuk mengatasi rasa sakit yang terjadi ketika kontraksi sebelum persalinan berlangsung, Bunda dapat mencoba tujuh tips berikut:

  1. Usahakan pikiran dan tubuh rileks. Bunda bisa memikirkan kebahagiaan yang akan dihadapi ketika si kecil lahir ke dunia, tanpa membayangkan rasa sakit ketika persalinan.
  2. Agar tenaga fit ketika hari H kelahiran, Bunda harus tidur secara cukup, minimal 8 jam sehari.
  3. Bunda bisa meminta bantuan pasangan atau keluarga untuk memijat bagian lengan, kaki, atau punggung bawah untuk meredakan kontraksi.
  4. Berendam air hangat dengan bantalan pada kepala juga dapat menjadi solusi untuk mengurasi rasa nyeri tersebut.
  5. Membuat bebunyian seperti mengerang, menyanyi, atau mengulang bacaan sembari mengatur pernapasan. Hal ini dapat meredakan nyeri dan mengalihkan pikiran Bunda dari rasa sakit akibat kontraksi yang terjadi.
  6. Bunda juga dapat berjalan-jalan di sekitar ruang rawat untuk meredakan nyeri yang datang.
  7. Bunda bisa mengubah posisi yang tidak melawan gravitasi, seperti menyandarkan punggung pada sesuatu. Hal ini dapat mengurangi intervensi yang akan terjadi ketika kontraksi berlangsung. Namun, Bunda harus melakukan sesuai izin dokter agar bayi tidak terganggu kondisinya.
  8. Melakukan latihan pernapasan Lamaze, yaitu teknik yang ditujukan untuk membantu ibu hamil saat melahirkan secara normal dengan fokus pada pernapasan. Bunda dapat menarik napas pelan-pelan selama lima detik, lalu mengeluarkannya. Lakukan secara berulang sampai rasa nyeri mereda.

Itulah gambaran singkat mengenai kontraksi sebelum persalinan, Bun. Tujuh tips tersebut bisa Bunda praktikkan ketika serangan peregangan mulai terjadi. Ajak komunikasi untuk terus berkomunikasi agar pikiran dapat teralihkan dari hal-hal menyeramkan saat reaksi sedang berlangsung. Jangan takut dan khawatir ya, Bun. Tetap berdoa dan rileks agar kelahiran lancar dan si kecil hadir di dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *