Pentingnya Keamanan di Klinik Aborsi

Posted on Posted in Aborsi Aman

klinik aborsi aman

Aborsi merupakan tindakan pengguguran janin dari dalam rahim. Seharusnya tindakan aborsi diambil sebagai langkah terakhir setelah melalui pemikiran yang benar-benar matang. Apa keuntungan dan kerugian aborsi bagi masa depan Anda dan perhatikan pula hak hidup janin Anda.

Di Indonesia aborsi hanya boleh dilakukan untuk kehamilan akibat perbuatan perkosaan dan kehamilan yang membahayakan ibu. MUI (Majelis Ulama Indonesia) juga mengeluarkan fatwa bahwa kehamilan akibat perbuatan perkosaan boleh diaborsi dengan umur janin tidak boleh lebih dari 40 hari. Hal tersebut atas dasar pertimbangan bahwa pada umur di bawah 40 hari ini janin masih berupa gumpalan darah yang belum bernyawa, jadi tindakan aborsi tidak akan menyakiti janin dan bukan tergolong pembunuhan makhluk bernyawa.

Aborsi juga boleh dilakukan untuk kehamilan yang membahayakan ibu, seperti ibu yang menderita tekanan darah tinggi, ibu penderita penyakit jantung, dan kehamilan di luar kandungan. Kehamilan akibat hubungan pra nikah dan kehamilan karena gagal KB tidak diperbolehkan melakukan aborsi dan tergolong sebagai aborsi i-legal. Klinik aborsi di Indonesia hanya melayani aborsi legal, meskipun ada pula oknum yang menyalahi aturan tersebut. Seperti yang kita ketahui memang peraturan mengenai aborsi masih menjadi perdebatan.

Menjaga keamanan di dalam klinik aborsi sangatlah penting. Hal tersebut mencakup beberapa hal berikut ini;

Keamanan privacy
Klinik aborsi harus bisa menjamin keamanan privacy pasien. Ketersediaan tempat aborsi yang aman dari gangguan orang lain serta aman dari penglihatan orang yang tidak berkepentingan merupakan dua hal yang dibutuhkan oleh pasien. Pada beberapa kasus terkadang pasien harus sendiri tanpa ditemani oleh suami atau kerabatnya. Dalam hal ini perawat harus ikut menjaga, mengawasi, dan membantu menurut kemampuannya.

Keamanan dalam tindakan
Klinik aborsi harus menjaga keamanan dalam tindakan aborsi. Sebelum tindakan aborsi dilakukan, pasien terlebih dahulu harus melalui serangkaian pemeriksaan yaitu kesehatan pribadi dan pemeriksaan rahim dengan USG. Apakah kehamilan pasien memang layak untuk diaborsi atau tidak, kapan waktu yang tepat bagi pasien untuk dilakukan tindakan aborsi, dan bagaimana perawatan yang diambil paska aborsi agar tidak menimbulkan komplikasi, dan sebagainya.

Terkadang klinik aborsi juga menerima rujukan pasien gagal aborsi. Kebanyakan para pasien ini merupakan pelaku aborsi ilegal yang melakukan aborsi secara sembunyi-sembunyi ke dukun. Dukun yang belum memiliki pengetahuan medis umumnya hanya menggunakan alat seadanya, seperti bambu atau kayu yang runcing untuk mengeluarkan janin dari rahim. Tindakan tersebut tentu sangat berbahaya karena bisa mengakibatkan pendarahan hebat, infeksi, dan akibat lainnya.

Klinik aborsi harus bersedia menolong pasien gagal aborsi seperti tindakan kuretase (pembersihan sisa-sisa janin), namun dalam kondisi pasien yang sangat kritis sebaiknya segera di bawa ke rumah sakit agar tidak terjadi kondisi yang lebih parah.

Demikian beberapa hal mengenai pentingnya menjaga keamanan di dalam klinik aborsi. Jika beberapa hal tersebut bisa dilakukan, maka pasien akan merasa nyaman dan aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *