Bahaya dan Efek Samping Menggugurkan Kandungan menggunakan Obat

Hai. Kali ini solusikehamilan.com akan membahas tentang bahaya dan efek samping menggugurkan kandungan menggunakan obat. Obat aborsi atau pil aborsi seperti mifepristone atau misoprostol biasanya dimanfaatkan untuk menggugurkan kandungan. Obat-obatan tersebut bahkan dapat digunakan untuk menggugurkan kandungan hingga trismester terakhir kehamilan.

Padahal, pengguguran kandungan tanpa indikasi medis yang jelas dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi. Terlebih jika prosedur pengguguran tersebut dilakukan bukan oleh tenaga medis yang kompeten, seperti halnya dokter spesialis kandungan. Bukan hanya akan mengancam keselamatan ibu dan janin, pihak-pihak yang memfasilitasi pelaksanaan prosedur aborsi juga berisiko dipidana.

obat aborsi

 

Namun, selama ini pil aborsi nyatanya sering diresepkan kepada wanita yang ingin menggugurkan janin yang tidak diinginkannya. Meskipun jarang terjadi, obat aborsi ternyata dapat menyebabkan efek samping jangka pendek maupun jangka panjang yang bukan hanya merugikan, namun juga berbahaya.

Efek Samping Jangka Pendek Penggunaan Obat Aborsi

Perdarahan dan kontraksi uterus (kram) merupakan efek jangka pendek dari penggunaan obat aborsi. Sensasi kram lebih kuat dibandingkan kram yang muncul pada periode menstruasi biasa dan mungkin terasa menyakitkan.

Obat penghilang rasa sakit anti-inflamasi non steroid seperti ibuprofen biasanya dikonsumsi tanpa mengganggu obat aborsi. Namun, pembengkakan akan lebih berat dan lebih lama dari jangka waktu normal. Umumnya, membutuhkan waktu hingga satu minggu. Efek ini akan lebih terasa pada vagina dengan durasi yang lebih lama.

Nyeri dan demam juga merupakan efek samping jangka pendek yang umum terjadi, namun hanya bersifat sementara. Demam tinggi jarang ditemui namun berpotensi terjadi dan biasanya hilang dalam beberapa jam. Efek samping lainnya termasuk mual, muntah, dan diare.

Efek Samping Jangka Panjang Penggunaan Obat Aborsi

Dapat dikatakan bahwa efek samping jangka panjang dari penggunaan obat aborsi sangat berbahaya. Adapun efek jangka panjang tersebut antara lain:

1. Pendarahan berkepanjangan

Perdarahan pada vagina selama mengonsumsi obat aborsi normal terjadi sebagai bagian dari pembuangan embrio. Namun, kondisi tersebut dikatakan tidak normal jika perdarahan berlanjut hingga jangka waktu 12 hari. Bahkan pada beberapa wanita, perdarahan juga berlanjut hingga 4-6 minggu.

2. Peradangan panggul

Sekitar 5% wanita yang melakukan aborsi menggunakan obat tertular penyakit radang panggul (pelvic inflammatory disease), 4-5 minggu setelah aborsi. PID memiliki efek jangka panjang seperti risiko kehamilan ektopik, nyeri panggul kronis, hingga masa depan kesuburan yang menurun dan menyakitkan.

Seorang wanita berpotensi mendapatkan PID setelah melakukan aborsi jika yang bersangkutan menderita klamida.

3. Aborsi yang tidak sempurna

Kasus aborsi tidak tuntas atau tidak sempurna akibat penggunaan obat aborsi mencapai 5% – 15%. Jika obat yang dikonsumsi gagal menggugurkan embrio, maka pasien bersangkutan harus segera dioperasi. Dengan prosedur operasi, ada risiko besar yang mengintai seperti komplikasi anestesi yang dapat meningkatkan risiko kematian.

4. Kematian pada kehamilan ektopik

Obat aborsi yang dikonsumsi oleh wanita dengan kehamilan ektopik dapat menyebabkan saluran tuba pecah. Saat saluran tersebut pecah dan tidak diperbaiki dengan segera, hasilnya akan berakibat sangat fatal sekaligus mengancam kehidupan pasien bersangkutan.

5. Efek samping psikologis

Depresi atau rasa sakit emosional yang lainnya merupakan efek samping yang paling umum dialami wanita. Sekitar 40% wanita yang melakukan aborsi menggunakan obat-obatan mengklaim mengalami masalah emosional yang tergolong parah.

Masalah-masalah yang muncul meliputi depresi, sering berpikir untuk melakukan bunuh diri, hingga penyalahgunaan obat-obatan. Studi menemukan bahwa sangat jarang ditemukan wanita yang masih berpikir positif secara keseluruhan setelah melakukan aborsi.

Dengan adanya efek samping yang menyertai tindakan aborsi menggunakan obat-obatan seperti di atas. Sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan untuk mendapatkan rekomendasi metode penanganan yang tepat.

Referensi sumber:
http://gynuity.org/resources/read/misoprostol-selfguide-engpdf/
http://www.alodokter.com/komunitas/topic/bahaya-ngegugurin-kandungan-pakai-cytotec
https://health.detik.com/read/2010/10/01/093519/1452829/764/efek-samping-jangka-panjang-pil-aborsi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *